Prediksi AC Milan vs Fiorentina 20 Mei 2018

AC MILAN VS FIORENTINA

AC MILAN VS FIORENTINA

JasaPrediksi-Jadwal pertandingan pekan ke-28 Liga Serie A Italia kali ini menghadirkan AC Milan sebagai tuan rumah melawan Fiorentina di Stadion San Siro, Minggu (20/05).

Kedua tim yang telah bertemu sebanyak 9 kali selama beberapa musim terakhir, dimana AC Milan mengoleksi 3 kali kemenangan, sementara Fiorentina juga mengoleksi 3 kali kemenangan dan 3 pertandingan sisanya berakhir  dengan hasil imbang.

AC Milan tengah berada pada posisi ke-6 klasemen sementara Liga Serie A Italia musim ini, mengumpulkan 61 poin dari 37 pertandingan dengan hasil 17 kemenangan, 10 seri dan 10 kali kalah.

Sementara sang tamu, Fiorentina berada pada posisi ke-8 klasemen sementara Liga Serie A Italia musim ini, mengumpulkan 57 poin dari 37 pertandingan yang telah dilalui dengan meraih 16 kemenangan, 9 kali seri dan 12 kali menelan kekalahan.

Dalam pertandingan melawan Fiorentina kali ini, apapun hasilnya Ac Milan akan tetap berlaga di  Eropa untuk musim depan, hal ini dikarenakan Ac Milan telah berhasil melaju ke Final Coppa Italia. Dan dapat dipastikan Ac Milan akan menurunkan skuad terkuatnya untuk menghadapi Fiorentina kali ini.

AC Milan yang sedang dalam performa yang baik untuk laga di kandangnya, sementara Fiorentina juga sedang dalam performa yang cukup baik untuk laga tandang. Pertemuan terakhir kedua tim di San Siro Stadium pada 19 Februari 2017 lalu dimenangkan oleh i Rossoneri dengan skor akhir hasil akhir 2 – 1 atas Fiorentina.liga168

 

PREDIKSI

Prediksi Susunan Pemain :

Ac Milan : Antonio Donnarumma, Leonardo Bonucci, Ignazio Abate, Ricardo Rodríguez, Alessio Romagnoli, Giacomo Bonaventura, Hakan Çalhanoğlu, Franck Kessié, Manuel Locatelli, Suso, Patrick Cutrone.
Pelatih AC Milan : Gennaro Gattuso

Fiorentina : Marco Sportiello, Germán Pezzella, Riccardo Saponara, Jordan Veretout, Federico Chiesa, Marco Benassi, Giovanni Simeone, Nikola Milenković, Milan Badelj, Vincent Laurini, Cristiano Biraghi.
Pelatih Fiorentina : Stefano Pioli

Head to Head AC Milan vs Fiorentina:
30/12/17 Fiorentina 1 : 1 Milan
20/02/17 Milan 2 : 1 Fiorentina
26/09/16 Fiorentina 0 : 0 Milan
18/01/16 Milan 2 : 0 Fiorentina
24/08/15 Fiorentina 2 : 0 Milan

5 Pertandingan Terakhir Tim Ac Milan :
19/04/18 Fiorentina 3 : 4 Lazio
29/04/18 Fiorentina 1 : 2 Milan
05/05/18 Milan 4 : 1 Hellas Verona
10/05/18 Juventus 4 : 0 Milan
13/05/18 Atalanta 1 : 1 Milan

5 Pertandingan Terakhir Tim Fiorentina :
19/04/18 Fiorentina 3 : 4 Lazio
21/04/18 Sassuolo 1 : 0 Fiorentina
29/04/18 Fiorentina 3 : 0 Napoli
06/05/18 Genoa 2 : 3 Fiorentina
13/05/18 Fiorentina 0 : 1 Cagliari

Prediksi Skor Akhir : AC MILAN 2  –  1 FIORENTINA

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Prediksi Napoli vs Crotone 20 Mei 2018

 

NAPOLI VS CROTONE

JasaPrediksi-Kali ini, pertandingan Liga Serie A Italia yang telah memasuki pekan ke-38 akan menghadirkan pertandingan antara Napoli yang akan menjamu Crotone di Stadion San Paol, Minggu (20/05).

Setelah ditahan imbang oleh Torino pada 2 minggu lalu, Partenopei Gli Azzurri alias Napoli makin bersemangat untuk menutup Liga Serie A Italia dengan kemenangan kali ini. salah satunya dengan mengalahkan Crotone kala keduanya akan bertanding. Kedua tim yang hanya bertemu 3 kali selama beberapa musim terakhir, dimana Partenopei Gli Azzurri yang memenangkan pertandingan sebanyak 3 kali atas Crotone.

Napoli sendiri sedang dalam performa baik dengan menempati peringkat ke-2 klasemen sementara Liga Serie A Italia musim ini. Napoli yang meraih 88 poin telah melewati 37 pertandingan dengan raihan 27 kali kemenangan, 7 kali seri dan 3 kali kalah.

Disisi Lain, Crotone memiliki performa yang sangat buruk dimana mereka sedang berada pada tingkat bawah Liga Serie A Italia musim ini. Menjalani 37 pertandingan, Crotone hanya dapat meraih 35 poin dengan 9 kali kemenangan, 8 kali seri dan 20 kali menelan kekalahan.

Pitagorici Squali atau yang dipanggil Crotone dalam masalah besar kali ini dengan bermain di kandang Napoli, melihat trek record dari kedua team yang pernah bertanding, Crotone hanya dapat menang 4 kali dari 5 pertemuan mereka berdua.Liga168

 

PREDIKSI

 

Prediksi Susunan Pemain :

Napoli : Pepe Reina; Mário Rui, Zieliński, Jorginho, Insigne, Mertens, José Callejón, Hysaj, Allan, Albiol, Chiriches.
Pelatih Napoli : Maurizio Sarri

Crotone: Cordaz; Entella, Ceccherini, Nalini, Nwankwo, Mandragora, Trotta, Stoian, Barberis, Faraoni, Capuano.
Pelatih Crotone : Walter Zenga

HEAD TO HEAD Napoli Vs Crotone :
30/12/17 Crotone 0 : 1 Napoli
12/03/17 Napoli 3 : 0 Crotone
23/10/16 Crotone 1 : 2 Napoli
17/03/07 Crotone 2 : 1 Napoli
21/10/06 Napoli 1 : 0 Crotone

5 Pertandanan Terakhir Napoli :
15/04/18  Milan 0 : 0 Naples
19/04/18  Napoli 4 : 2 Udinese
23/04/18  Juventus 0 : 1 Napoli
29/04/18  Fiorentina 3 : 0 Napoli
06/05/18  Napoli 2 : 2 Turin

5 Pertandingan Terakhir Crotone :
14/04/18  Genoa 1 : 0 Crotone
19/04/18  Crotone 1 : 1 Juventus
22/04/18  Udinese 1 : 2 Crotone 
29/04/18  Crotone 4 : 1 Sassuolo
06/05/18  Chievo 2 : 1 Crotone

Prediksi Skor Akhir : Napoli 4 – 1 Crotone

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Prediksi Juventus vs Hellas Verona 19 Mei 2018

JUVENTUS VS HELLAS VERONA

JUVENTUS VS HELLAS VERONA

JasaPrediksi-Pertandingan sepak bola pekan ke-38 Liga Italia Serie A antara Juventus vs Hellas Verona akan berlangsung di Allianz Stadium 19 Mei 2018. Kedua tim yang telah bertemu 8 kali selama beberapa musim terakhir, dimana Juventus telah mengantongi kemenang sebanyak 5 kali sementara Hellas Verona hanya menang 1 kali dan 2 pertandingan sisanya berakhir dengan skor imbang.

Pertemuan terakhir antara Juventus dan Hellas Verona di Allianz Stadium pada 06 Januari 2016 lalu dimenangkan oleh Juventus dengan skor akhir 3 – 0 Hellas Verona. Juventus sendiri sedang dalam performa terbaiknya untuk laga kandang musim ini, sementara Hellas Verona yang sedang dalam performa sangat buruk untuk laga tandang.

Juventus yang sudah memastikan diri menjadi juara pada Liga Serie A Italia 2017/2018, saat ini berada pada posisi tingkat pertama klasemen sementara Liga Serie A Italia, melewati 37 pertandingan dengan hasil 29 kali kemenangan dan 5 kali seri serta 3 kali kalah, rekor yang sangat bagus untuk Juventus musim ini.

Sementara itu, sang tamu Hellas Verona saat ini memiliki form permainan yang sangat buruk dengan raihan 7 kali kemenangan, 4 kali seri dan 26 kali menelan kekalahan. Verona yang sudah jelas akan keluar dari Serie A Italia musim ini, dimana mereka tidak dapat bertahan dikasta tertinggi Liga Italia, walaupun dapat meraih kemenangan saat melawan Juventus pekan ini, Hellas Verona sudah dipastikan tidak dapat bertahan, karena hanya dapat meraih 25 poin di musim ini.Liga168

 

PREDIKSI

Prediksi Susunan Pemain :

Juventus : Buffon; Barzagli, Alex Sandro, Rugani, Matuidi, Khedira, Pjanić, Cuadrado, Douglas Costa, Higuaín, Mandžukić.

Pelatih Juventus : Massimiliano Allegri

Hellas Verona : Nicolas, Souprayen, Vuković, Ferrari, Fares, Zuculini, Rômulo, Valoti, Danzi, Cerci, Verd.

Pelatih Hellas Verona : Febio Pecchia

 

Head To Head Juventus vs Hellas Verona :
31/12/2017  Juventus 3 : 1 Hellas Verona
09/05/2016  Juventus 2 : 1 Hellas Verona
06/01/2016  Hellas Verona 0 : 3 Juventus
30/05/2015  Hellas Verona 2 : 2 Juventus
19/01/2015  Hellas Verona 4 : 0 Juventus

Lima Pertandingan terakhir Juventus :
14/05/2018 Juventus 0 : 0 As Roma
10/05/2018 Juventus 4 : 0 Ac Milan
26/04/2018 Bologna 1 : 3 Juventus
29/04/2018 Internazionale 2 : 3 Juventus
22/04/2018 Napoli 1 : 0 Juventus

Lima Pertandingan terakhir Hellas Verona:
13/05/2018 Udinese 1 : 0 Hellas Verona
05/05/2018 Ac Milan 4 : 1 Hellas Verona
29/04/2018 Hellas Verona 1 : 3 SPAL
24/04/2018 Hellas Verona 1 : 3 Genoa
19/04/2018 Hellas Verona 0 : 1 Sassuolo

 

Prediksi Skor Akhir : Juventus 4 – 1 Hellas Verona

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Prediksi Atlanta vs AC Milan 13 Mei 2018

Atlanta vs AC Milan

ATLANTA VS AC MILAN

JasaPrediksi—Atlanta akan menjamu AC Milan di Stadion Atleti Azzurri d’italia, Minggu (13/05). Dari musim lalu hingga saat ini, Rossoneri selalu terlempar dari lima besar pada pertarungan di Liga Serie A Italia.

Mungkin masih ada kesempatan bagi tim besutan Gennaro Gattuso untuk bisa mendapatkan posisi peringkat ke-5 klasemen Liga Seria A Italia,yaitu rival sekotanya, Inter Milan yang berada pada posisi tersebut.

Sampai pada pekan ke-36, Atalanta telah menempati posisi ke-7 klasemen sementara dengan mengumpulkan total  59 poin dari 16 kemenangan, 11 hasil seri dan 9 kali kekalahan. Sedangkan AC Milan telah mengantongi 60 poin yang mereka hasilkan lewat 17 kali kemenangan, 9 kali seri dan 10 kali kekalahan.

Jika dalam pertandingan nanti Atlanta dapat meraih kemenangan, maka posisi Milan bakal bergeser kebawah. Namun jika berhasil seri maka kedua tim tersebut tetap berada di posisinya. Berdasarkan kekuatan serta performa kedua tim dari 10 pertemuan terakhir, Atalanta masih unggul dengan perolehan 4 kemenangan, sedangkan AC Milan hanya meraih tiga kemenangan saja.Liga168

 

PREDIKSI

Prediksi Susunan Pemain :

Atalanta : Berisha, Masiello, Palomino, Toloi, de Roon, Freuler, Cristante, Gosens, Castagne, Gomez, Barrow.

Pelatih Atlanta : Gian Piero Gasperini.

AC Milan : Donnarumma, Rodriguez, Romagnoli, Bonucci, Abate, Locatelli, Kessie, Bonaventura, Calhanoglu, Suso, Cutrone.

Pelatih AC Milan : Gennaro Gattuso.

 

HEAD TO HEAD ATALANTA VS AC MILAN :

24/12/2017 AC Milan 0 : 2 Atalanta

14/05/2017 Atalanta 1 : 1 AC Milan

18/12/2016 AC Milan 0 : 0 Atalanta

03/04/2016 Atalanta 2 : 1 AC Milan

08/04/2015 AC Milan 0 : 0 Atalanta

 

5 PERTANDINGAN TERAKHIR ATALANTA :

06/05/2018 Lazio 1 : 1 Atalanta

29/04/2018 Atalanta 3 : 1 Genoa

22/04/2018 Atalanta 2 : 1 Torino

18/04/2018 Benevento 0 : 3 Atalanta

15/04/2018 Atalanta 0 : 1 Inter Milan

 

5 PERTANDINGAN TERAKHIR AC MILAN :

10/05/2018 Juventus 4 : 0 AC Milan

05/05/2018 AC Milan 4 : 1 Hellas Verona

29/04/2018 Bologna 1 : 2 AC Milan

22/04/2018 AC Milan 0 : 1 Benevento

19/04/2018 Torino 1 : 1 AC Milan

 

Prediksi Skor Akhir : ATLANTA 2 – 1 AC MILAN

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Prediksi Inter Milan vs Sassuolo 13 Mei 2018

  Inter Milan vs Sassuolo

Inter Milan vs Sassuolo

Jasaprediksi.com – Pertandingan pekan ke-36 Serie A Italia,Inter Milan yang akan menjamu Sassuolo di Stadion Giuseppe Meazza kali ini pada, Minggu (13/05). Inter Milan yang tengah menjadi sorotan setelah memecat Stefano Pioli pada tengah pekan lalu.

Inter Milan yang tengah berada di peringkat ke-5 Liga Italia akan berusaha keras untuk melanjutkan perjuangan mereka demi mendapatkan tempat di Liga Champions ketika mereka menyambut Sassuolo di Stadion Giuseppe Meazza nantinya. Inter Milan yang menderita kekalahan mengecewakan lainnya pada akhir pekan saat mereka dikalahkan 1-0 oleh Genoa.

Inter sendiri menyisakan dua pertandingan lagi di Serie A kali ini dan mereka hanya tertinggal dua poin dari Lazio di posisi empat. Dua laga terakhir yang wajib mereka menangkan untuk mendapat kesempatan bermain di Liga Champions kembali. Laga terakhir mereka juga memberikan gambaran positif karena mereka menang 4-0 melawan Udinese.

Pada sisi lain, Sassuolo yang masih berada pada peringkat ke-12 Liga Italia,sedang berjuang kembali untuk mengamankan hasil imbang dengan score 2-2 saat melawan Fiorentina. Sassuolo tidak memiliki pertandingan yang tersisa untuk dimainkan kali ini, jadi diharapkan Inter dapat kembali mendapatkan kemenangan karena mereka sangat membutuhkan 3 poin untuk memesan tiket di Liga Europa musim depan.

Sassuolo yang juga memberikan gambaran positif dari pertandingan sebelumnya, mereka mengalahkan Sampdoria di kandang dengan skor 1 – 0 setelah sebelumnya kalah 4 – 1 melawan Crotone. Namun, kemenangan tersebut tidak menggerakkan mereka dari posisi ke-12. Meski begitu, Sassuolo harus tetap mendapatkan kemenangan karena mereka telah mencetak setidaknya sekali dalam 9 dari 10 pertandingan terakhir mereka yang cukup kompetitif. Liga168

PREDIKSI

Prediksi Susunan Pemain :

Inter Milan : Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Jeison Murillo, Marco Andreolli, Yuto Nagatomo; Roberto Gagliardini, Marcelo Brozovic; Antonio Candreva, Eder Martins, Ivan Perisic; Mauro Icardi
Pelatih Inter Milan : Stefano Vecchi

Sassuolo : Andrea Consigli; Claud Adjapong, Francesco Acerbi, Paolo Cannavaro, Federico Peluso; Alberto Aquilani, Stefano Sensi, Alfred Duncan; Matteo Politano, Alessandro Matri, Domenico Berardi
Pelatih Sassuolo : Eusebio Di Francesco

Head to Head Inter Milan vs Sassuolo :
14/09/2014 Inter Milan 7-0 Sassuolo (Serie A)
01/02/2015 Sassuolo 3-1 Inter Milan (Serie A)
10/01/2016 Inter Milan 0-1 Sassuolo (Serie A)
15/05/2016 Sassuolo 3-1 Inter Milan (Serie A)
18/12/2016 Sassuolo 0-1 Inter Milan (Serie A)

5 Pertandingan Terakhir Inter Milan :
09/04/2017 Crotone 2-1 Inter Milan (Serie A)
15/04/2017 Inter Milan 2-2 AC Milan (Serie A)
23/04/2017 Fiorentina 5-4 Inter Milan (Serie A)
01/05/2017 Inter Milan 0-1 Napoli (Serie A)
07/05/2017 Genoa 1-0 Inter Milan (Serie A)

5 Laga Terakhir Sassuolo:
11/03/18 Sassuolo 1 – 1 SPAL
18/03/18 Udinese 1 – 2 Sassuolo
24/03/18 Sassuolo 3 – 0 Bassano Virtus
31/03/18 Sassuolo 1 – 1 Napoli
04/04/18 Chievo 1 – 1 Sassuolo

Prediksi Skor Akhir : Inter Milan 3 – 1 Sassuolo

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Prediksi Inter Milan vs Juventus 29 April 2018

Inter Milan vs Juventus

Inter Milan vs Juventus

Inter Milan vs Juventus

Jasaprediksi.com – Pada 29 April mendatang akan diselenggarakan pertandingan Italia Serie A pada pekan ke-35 antara kesebelasan Inter Milan menjamu kesebelasan Juventus di Stadio Giuseppe Meazza kota Milano pada pukul 01:45 WIB dini hari.

Inter Milan berambisi untuk kembali bisa meraih kemenangan di markas sendiri usai mempermalukan Chievo di depan pendukungnya pada pekan lalu. Inter Milan ingin menambah kemenangan. Tetapi pada pekan ini harus berhadapan dengan Juventus yang tentu bukan lawan yang mudah bagi Inter Milan untuk di kalahkan.

Saat ini, Inter Milan dalam kondisi yang kurang stabil. Dimana dari 5 laga terakhir yang dijalaninya, Inter Milan hanya berhasil mencatatkan dua kemenangan dan 1 diantaranya harus berakhir kekalahan. Ada kelemahan dari kekuatan penyerang Inter Milan, apalagi skuad Inter Milan akan kerepotan bila menghadapi klub besar. Dimana penyerang Inter Milan hanya berhasil mencetakkan 6 gol dari 5 laga yang dijalani. Tentu membuat penyerang Inter Milan akan kesulitan menembus gawang Juventus yang dikawal oleh Gianluigi Buffon.

Juventus lebih unggul dibandingkan dengan Inter Milan karena Juventus menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Inter Milan. Dimana dari 5 laga terakhir yang dijalaninya, Juventus berhasil meraih 3 kemenangan dan 1 diantaranya harus mencatatkan kekalahan pada saat dipermalukan Napoli di depan pendukungnya. Tidak ada kelemahan serius dari skuad Juventus yang membuat skuadnya dapat memainkan strategi dengan bebas untuk menekan tuan rumah. Tentu hal ini jadi ancaman serius untuk Inter Milan.

Akankah Icardi dan kawan-kawannya dapat membobol gawang Buffon atau malah Dybala dan kawan-kawan yang mempermalukan Inter Milan di hadapan para pendukungnya?

Prediksi

Perkiraan Susunan Pemain :
Inter Milan (4-2-3-1): 
Samir Handanovic, Cancelo, Skriniar, Miranda, D’Ambrosio, Borja Valero, Marcelo Brozovic, Karamoah, Rafinha, Ivan Perisic, Mauro Icardi.

Juventus (4-3-3): Gianluigi Buffon, Chiellini, Benatia, Hoewedes, Asamoah, Khedira, Miralen Pjanic, Blaise Matuidi, Douglas Costa, Gonzalo Higuain, Paolo Dybala.

Head to Head (5 pertemuan terakhir)
10/12/17 Juventus 0-0 Inter Milan
06/02/17 Juventus 1-0 Inter Milan
18/19/16 Inter Milan 2-1 Juventus
03/03/16 Inter Milan 3-0 Juventus
29/02/16 Juventus 2-0 Inter Milan

Laga kali ini akan diprediksikan Juventus menang tipis atas Inter Milan dikarenakan Skuad Juventus yang performa penampilan nya lebih konsisten dibandingkan Inter Milan.

Prediksi Skor Akhir : Inter Milan 1-2 Juventus

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Prediksi Juventus vs SS Napoli 23 April 2018

Juventus vs Napoli

Juventus vs Napoli

Juventus vs SS Napoli

Jasaprediksi.com – Dua klub besar Italia, Juventus akan menjamu rival beratnya SS Napoli pada pertandingan Serie A pekan ke-34 di Allianz Stadium kota Turin, Senin (23/04). Pada pertandingan Big Match Napoli diprediksikan akan bermain dengan sangat agresif mengingat mereka sedang bersaing untuk memperebutkan Scudetto dengan Juventus.

Napoli pastinya akan bertanding dengan sekuat tenaga karena tim yang satu ini pastinya telah berlatih dengan sangat keras dan tentunya tim ini telah mempersiapkan strategi yang di gunakan nanti untuk mengalahkan Juventus. Pastinya tidak akan mudah untuk mengalahkan si Nyonya Tua karena pertandingan akan diadakan di kandang Allianz Stadium yang akan menjadi kandang Juventus.

Juventus berada dalam pemuncak dengan 84 poin, terpaut 6 point dari Napoli yang bertengger pada peringkat kedua dengan 78 poin. Terpaut 6 poin dengan Napoli tidak akan membuat Juventus bermain santai mengingat tim yang akan bertanding merupakan klub rivalnya di Serie A.

Prediksi

Perkiraan Susunan Pemain :
Juventus (4-3-2-1): 
Wojciech Szczęsny, Lichtsteiner, Benatia, Rugani, Alex Sandro, Marchisio, Miralem Pjanić, Blaise Matuidi, Paulo Dybala, Douglas Costa, Higuain.

SS Napoli (4-3-3): Pepe Reina, Elseid Hysaj, Raul Albiol, Chiriches, Mario Rui, Callejon, Jorginho, Marek Hamsik, Mertens, Arkadiusz Milik, Insigne.

Head to Head (5 pertandingan terakhir)
02/12/17 Napoli 0-1 Juventus (Serie A)
06/04/17 Napoli 3-2 Juventus (Coppa Italia)
03/04/17 Napoli 1-1 Juventus (Serie A)
01/03/17 Juventus 3-1 Napoli (Coppa Italia)
30/10/16 Juventus 2-1 Napoli (Serie A)

Pelatih Massimiliano Allegri tetap menginginkan hasil positif tapi di lain pihak kubu Napoli mutlak butuh tiga angka. Sebagai tuan rumah Juventus tentunya tidak ingin kalah dan Napoli juga tentunya akan langsung bermain keras melawan Juventus demi mendapatkan poin penuh.

Prediksi Skor Akhir : Juventus 2-1 Napoli

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

 

Prediksi SS Lazio vs AS Roma 16 April 2018

SS Lazio vs AS Roma

SS Lazio vs AS Roma

Lazio vs AS Roma

Jasaprediksi.com – Kali ini kita akan membahas tentang prediksi pertandingan Derby delle Capitale antara SS Lazio melawan AS Roma akan terjadi di Stadion Olimpico pada giornata ke-32 Serie A 2017/18, Senin (16/04). Kedua klub ini mengalami nasib berbeda diajang panggung Eropa.

Lazio harus pulang kampung setelah dikalahkan Redbull Salzburg pada perempat final Liga Europa dengan agregat 5-6, kemenangan dengan skor 4-2 untuk Lazio di Olimpico pada leg pertama harus buyar ketika pasukan Simone Inzaghi harus tunduk 1-4 di kandang Redbull Salzburg pada leg kedua. Padahal Ciro Immobile terlebih dahulu membawa Lazio unggul 0-1 pada laga tersebut.

Sehari sebelumnya, AS Roma menunjukkan Epic Comeback yang menakjubkan dengan menyingkirkan klub terkenal FC Barcelona di perempat final Liga Champions. Kalah 1-4 di stadion Camp Nou pada leg pertama tidak menyusutkan semangat anak asuk Eusebio Di Francesco menghajar Barcelona dengan skor 3-0 di Stadion Olimpico pada leg kedua lewat gol-gol Edin Dzeko, tendangan penaldi dari Daniele De Rossi dan Sundulan tendangan pojok dari Kostas Manolas yang memastikan diri lolos ke babak semifinal.

Lazio ingin melupakan kekalahannya, sedangkan AS Roma ingin melanjutkan euforia.

Pada pertemua pertama di Serie A musim ini, AS Roma mengalahkan Lazio dengan skor 2-1. Roma unggur 2-0 terlebih dahulu lewat tendangan penalti Diego Perotti pada menit ke 49 dan gol dari Radja Nainggolan pada menit ke 59. Lazio hanya mampu memperkecil ketertinggalannya melalui penalti Ciro Immobile pada menit ke 72.

Lazio dan AS Roma saat ini sama-sama memiliki 60 point dan bertengger di peringkat 3 dan 4 klasemen sementera. Lazio punya selisih gol yang lebih baik dengan +35 dari pada AS Roma yang hanya +24 sedangakan Inter Milan diposisi ke 5 dengan selisih satu poin tepat dibelakang kedua klub tersebut.

Prediksi

Perkiraan Susunan Pemain:
SS Lazio (3-4-1-2): Strakosha, Bastos, Stefan de Vrij, Radu, Marusic, Parolo, Lucas Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic, Luis Alberto, Immobile.

AS Roma (3-4-3): Becker, Fazio, Manolas, Jesus, Florenzi, Strootman, De Rossi, Kolarov, Schick, Dzeko, Radja Nainggolan.

Head to Head (5 Pertemuan Terakhir)
19-11-2017 AS Roma 2-1 Lazio (Serie A)
30-04-2017 AS Roma 1-3 Lazio (Serie A)
05-04-2017 AS Roma 3-2 Lazio (Coppa Italia)
02-03-2017 Lazio 2-0 AS Roma (Coppa Italia)
04-12-2016 Lazio 0-2 AS Roma (Serie A)

Dalam tiga derby terakhir di Serie A sebagai tim kadang, SS Lazio selalu kalah dengan skor 1-2 pada musim 2014/15, 1-4 pada musim 2015/16, 0-2 pada musim 2016/17.

Melihat pada penampilan terakhir masing-masing tim di Eropa kemarin, Roma sedikit di favoritkan untuk kembali menang pada pertandingan kali ini.

Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan Lazio menggunakan Derby ini sebagai ajang untuk bangkit dari kekalahan. Namun Roma pun saat ini merasa mereka mampu mengalahkan klub mana pun.

Prediksi Skor Akhir: SS Lazio 1-3 AS Roma

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Asal Usul Sejarah Sepak Bola di Italia

Asal Usul Sejarah Sepak Bola di Italia

Negara Italia tentu bukan terdengar asing lagi bagi para penggemar sepak bola. Olah raga sepak bola di Italia merupakan hiburan tingkat tinggi masyarakat di negara yang terkenal dengan Menara Pisa nya. Sejak awal kemunculan sampai saat ini, olah raga sepak bola di Italia telah memiliki tempat tersendiri di hati kalangan masyarakatnya. Asal usul sejarah sepak bola di Italia tidak luput dari budaya perkembangan olah raga tersebut di masa lalu yang melekat dan dipengaruhi oleh unsur politik.

Olah raga sepak bola di Italia telah berkembang cukup lama, jauh sebelum bangsa Inggris memperkenalkan olah raga sepak bola modern ke Italia pada abad ke-19 (sembilan belas). Olah raga sepak bola pertama kali diperkenalkan kepada rakyat Italia oleh bangsa Romawi Kuno pada tahun 700-800 sebelum masehi yang bernama Harpastum. Harpastum adalah bentuk permainan bola yang di mainkan pada kekaisaran Romawi yang disebut permainan bola kecil. Bola yang digunakan untuk permainan berukuran kecil dan keras.

Harpastum Romawi Kuno

Harpastum Romawi Kuno

Pada abad sekitar 14-15 masehi di Italia berkembang olah raga sejinis sepak bola menggantikan tradisi Harpastum yang diperkenalkan oleh bangsa Romawi. Olah raga ini dinamakan Calcio di Florentino yang diselenggarakan setiap tahunnya di Plaze Delle Novere di kota Florence. Kedatangan Bangsa Inggris ke Italia pada abad ke-19 menandai era masuknya sepak bola modern yang kepopuleran nya membuat tokoh-tokoh terkemuka di Italia pun tergiur untuk memanfaatkan sepak bola bagi kepentingan pribadi mereka.

Berbagai kepentingan terutuma pengaruh politik memberikan pengaruh yang dominan dalam perkembangan olah raga ini di Italia. Sepak bola menjadi alat politik bagi para politikus ternama Italia guna mencapai ketenaran di kalangan pemerintah. Sepak bola turut menjadi isu-isu utama di kalangan masyarakat Italia dalam pembentukan kehidupan sosial dari rakyat Italia yang terkenal beraneka ragam.

Olah raga sepak bola menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus kontroversi yang besar dalam kehidupan masyarakat disana. Yang lebih uniknya lagi, sepak bola di Italia selalu mencapai prestasi tertinggi ketika berada dibawah bayang-bayang kontroversi yang mengiringi perkembangan sepak bola di negeri itu. Olah raga sepak bola di Italia turun berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat Italia dalam menyikapi berbagai hal seputar kehidupan di negara mereka, seperti kehidupan berpolitik dan bersosialisasi dalam masyarakat.

Jauh sebelum dimulainya era keemasan Italia dan Serie A, sejarah dimulai beberapa ratus tahun silam. Dua orang, masing-masing pria berkebangsaan Inggris dan sosok keturunan Italia-Swiss mencatatkan namanya di dalam sejarah sepak bola di negera Italia. Tepat pada tahun 1898 Federasi Sepak Bola Italia yang bernama Federazione Italiana Giuoco Calcio atau yang disingkat FIGC dibentuk dan pada tahun tersebut digelar untuk kali pertama laga dua klub di Italia. Genoa menjamu tamunya asal Turin yang diisi pemain dari dua klub, Internazionale Torino dan FBC Torinese.

Logo Federazione Italiana Giuoco Calcio (1898-2017)

Logo Federazione Italiana Giuoco Calcio (1898-2017)

Laga dilangsungkan oleh inisiatif sosok seorang asal negara Inggris yang bernama James Richardson Spensley yang sempat bekerja di Stoke Newington dan Edoardo Bisio yang juga pernah mencari nafkah di London Inggris. Sejak kembali ke tanah kelahirannya Italia, Bosio langsung memperkenalkan olah raga sepak bola dan membentuk klub Internazionale Football Club Torino pada tahun 1891. Sementara Spensley yang bergabung dengan tim Cricket Genoa membuka ekspansi klub dengan membentuk tim sepak bola pada tahun 1897 dan menjadi manajer pertama di Italia pada 10 April 1897 saat memimpin sesi latihan.

Akhirnya pada tahun 1898 digelar pertandingan yang mempertemukan Genoa vs Internazionale Torino dan PBC Torinese yang berakhir dengan keunggulan tim Internazionale Torino 1-0. Laga ini menjadi laga pembuka turnamen sepak bola pertama di Italia yang di inisiatif oleh Spensley dan klub Genoa miliknya.

Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC) bergabung dengan FIFA pada tahun 1905 dan bergabung dengan UEFA pada tahun 1954.

Sejarah Liga Italia Serie A

Liga Italia Serie A merupakan liga sepak bola profesional tertinggi di negara Italia. Sistem yang diberlakukan tidak jauh berbeda dengan liga-liga dinegara Eropa lainnya dimana menggunakan penilaian tim promosi dan tim degradasi pada akhir musim.

Kompetisi olah raga di Italia sudah berlangsung sejak tahun 1898 namun untuk konsep kompetisinya baru dimulai sekitar tahun 1929 yang saat itu di kenal dengan sebutan Lega Calcio sebelum akhirnya berubah menjadi Serie A pada tahun 2010. Liga Serie A termasuk salah satu liga terbaik yang ada di dunia dan saat ini menduduki urutan ke-4 di Eropa setelah negara Inggris, Spanyol dan Jerman.

Logo Liga Serie A Italia

Logo Liga Serie A Italia

Dalam perkembangan kompetisi sepak bola ini dibagi menjadi dua yaitu Serie A dan Serie B. Liga Serie A untuk klub-klub papan atas sementara Liga Serie B untuk klub-klub yang terdegradasi dari Serie A. Sistem nya sama seperti liga-liga lainnya, dimana klub-klub yang menjadi juara di Serie B akan secara otomatis naik bertanding di Serie A dan klub-klub peringkat terakhir dari Serie A akan otomatis terdegradasi ke Serie B.

Total tim yang ada pada kompetisi Serie A sebanyak 20 klub dengan total 38 laga yang akan bertanding pada 1 musim untuk sebuah klub. Sampai saat ini banyak klub-klub dari Italia yang terkenal dan banyak pendukungnya diseluruh dunia seperti Juventus, AC Milan, Internazionale, AS Roma, SS Napoli, SS Lazio dan ACF Fiorentina.

Sepak bola Italia sempat diguncang oleh skandal pengaturan skor atau Calciopoli pada tahun 2006 dimana skandal tersebut melibatkan Juventus sebagai klub yang menjuarai Serie A dua tahun berturut-turut yang harus terdegradasi ke Serie B untuk pertama kali dalam sejarah. Titel gelar Juara Liga Serie A atau Scudetto pada tahun 2005 dan 2006 juga harus ikut cabut akibat skandal ini. Skandal ini tidak jauh melibatkan Mafia-mafia sepak bola yang ada di italia.

Sejarah Mafia Sepak Bola di Italia

Mafia adalah istilah yang berasal dari Italia, Mafia sendiri adalah panggilan untuk kelompok-kelompok yang terorganisir di Sisilia (wilayah di selatan Italia), dan umumnya mereka terorganisir dalam kejahatan, anggotanya sendiri disebut Mafioso. Bisnis mereka sendiri cenderung pada tindak-tindak kejahatan kriminal seperti perjudian, narkotika, prostitusi, human traffic dan lain-lain. Klan Mafia Camorra adalah salah satu klan mafia terbesar di Italia, April 2011 kemarin Camorra sempat membuat heboh dengan menghilangkan semua saksi dan melenyapkan semua bukti tentang skandal pencucian uang mereka di pengadilan, hingga akhirnya pengadilan memutuskan menghentikan kasus mereka karena saksi dan bukti yang tidak ada alias lenyap. Pemerintah Italia sendiri membentuk polisi khusus untuk memerangi mafia Italia ini tapi apa daya, kekuatan mafia yang telah tumbuh dan berkembang sejak abad pertengahan terlalu kuat untuk dihentikan, sampai saat ini mafia menghiasi kehidupan di Italia termasuk olah raga sepak bola.

Mafia-mafia di Italia memerankan peran-peran penting diberbagai kontroversi sepak bola dimana Diego Maradona pun tidak luput menjadi korban dari dahsyatnya mafia di Italia. Pada Tahun 1984 Klan Mafia Camorra yang menguasai Napoli mencoba melakukan sejarah dengan mengumpulkan uang dari warga Napoli. Mereka membawa Maradona dari Barcelona, hasilnya pun tidak perlu diragukan lagi, Maradona membawa Napoli menjuarai Liga Serie A pada tahun 1986-1987 dan 1989-1990. Setelah adaptasi yang baik di Napoli, parah mafia ini memperkenalkan Narkotika kepada Maradona yang mengakhiri karir gemilangnya di sepak bola.

Diego Maradona

Diego Maradona

Maradona sendiri seperti mendapat tempat di Napoli terlebih di hati para Mafioso, untuk itu mereka mengekang Maradona agar tidak pindah klub lain di Eropa. Mereka mengancam Maradona jika ia pindah klub lain, salah satunya melalui general manager Napoli, Luciano Moggi yang mengatakan “Maradona akan bermain untuk kami atau ia tidak main sama sekali” jelas sebuah ancaman yang terucap dari seorang Moggi kepada Maradona.

Luciano Moggi sendiri adalah tersangka dari skandal pengaturan skor atau Calciopoli yang terjadi pada tahun 2006. Skandal pengaturan skor yang menyebabkan dua gelar juara scudetto klub Juventus tahun 2005 dan 2006 dicabut, selain itu Juventus juga menerima hukuman dengan terdegradasi ke serie B, Moggi sendiri sebagai salah satu direktur Juventus mendapat hukuman larangan terlibat dalam sepakbola seumur hidup.

Kasus pengaturan skor memang masalah yang selalu terulang di sepak bola Italia, para mafia yang berkuasa juga menekan bagaimana sebuah klub dalam pembelian dan menentukan pemain yang bertanding di pertandingan. Walaupun klub-klub itu kebanyakan dari divisi di bawah serie A. Pengaturan skor juga mengingatkan kepada seorang Paolo Rossi pahlawan Italia di piala dunia 1982 adalah seorang yang dinyatakan bersalah karena terlibat dengan para mafioso yang mengatur hasil pertandingan serie A ditahun 80-an.

Akan tetapi setiap kali sepak bola Italia terlibat skandal yang berhubungan dengan mafia, secepat itulah sepak bola mereka berhasil bangkit kembali. tahun 80-an skandal yang diberi nama Totonero menghasilkan nama seorang Paolo Rossi sebagai pesakitan, Rossi dituduh menerima suap untuk mengatur skor klubnya sendiri Perugia dan ia pun diskor 2 tahun. Walaupun sampai sekarang ia membantah keterlibatannya dalam pengaturan skor tersebut, dan selesai masa skorsing tahun 1982 Rossi menjelma menjadi pahlawan Italia di piala dunia 1982 setelah menjadi top skor dengan 6 gol serta mencetak gol kemenangan di final melawan Jerman Barat.

Dan pada tahun 2006 silam ketika Piala Dunia di Jerman, sepak bola italia yang terlibat skandal kasus Calciopoli kembali bangkit dengan berhasil menjadi Juara Piala Dunia yang didominasi dari para pemain klub Juventus yang di kala itu terlibat kasus pengaturan skor dan harus terdegradasi. Mereka melakukan pembuktian kepada dunia bahwa klub mereka hanyalah sebuah korban dari sebuah permainan elite yang menginginkan hasil yang menguntungkan sekumpulan Mafia saja.

Prestasi Tim Nasional Italia diajang Internasional

Jersey Tim Nasional Italia dari masa ke masa

Jersey Tim Nasional Italia dari masa ke masa

Julukan timnas Italia adalah Gli Azzurri. Hal itu diambil dari warna biru savoy yang merepresentasikan tim nasional serta atlet nasional Italia. Warna ini sendiri berasal dari warna biru yang diasosiasikan dengan dinasti kerajaan yang menyatukan Italia pada tahun 1860. Selain itu, chant para pendukung timnas Italia juga berkaitan dengan warna biru atau azzurri yakni Forza Azzurri yang berarti kekuatan si biru.

Prestasi internasional pertama sepak bola Italia dimulai pada tahun 1934, dimana pada tahun tersebut digelar ajang Piala Dunia di Italia dan Italia tampil sebagai tuan rumah. Pada tahun tersebut juga tim nasional Italia mencatat prestasi yang membanggakan yaitu dengan menjadi juara Piala Dunia yang pertama. Komposisi pemain timnas Italia pada Piala Dunia saat itu sebagian besar diisi oleh pemain Juventus.

Empat tahun kemudian yaitu pada Piala Dunia 1938, tim nasional Italia berhasil mempertahankan trofinya dan menjadi juara Piala Dunia untuk kali kedua. Namun pada tahun 1942, terjadi Perang Dunia II yang mengakibatkan turnamen Piala Dunia tidak diselenggarakan. Setelah Perang Dunia II berakhir, turnamen Piala Dunia kembali di selenggarakan pada tahun 1950.

Menjelang Piala Dunia 1950, timnas Saat Piala Dunia 1950, kejadian fatal menimpa timnas Italia. Tim nasional Italia mengalami kecelakaan pesawat hingga meregang nyawa pemain tim nasional Italia yang disiapkan untuk Piala Dunia 1950 di Brasil. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kekuatan tim nasional Italia menurun drastis sehingga tim nasional Italia pun gagal mempertahankan menjadi juara Piala Dunia 1950. Paska kejadian mengenaskan yang menimpa tim nasional Italia, Gli Azzurri tidak pernah mengukir prestasi yang maksimal.

Bahkan pada Piala Dunia 1962 di Chili, tim nasional Italia mengalami peristiwa yang buruk yaitu dengan adanya insiden antar pemain yang berlangsung saat Italia melawan tuan rumah Chili yang diberi nama Battle of Santiago. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut Ken Aston melontarkan kata-kata yang berisikan “Saya tidak memimpin pertandingan sepakbola, saya ketika itu menjadi wasit dalam sebuah aksi militer” beberapa hari setelah pertandingan dilangsungkan. Dan salah satu komentar yang paling terkenal terkait laga tersebut dilontarkan oleh penyiar BBC David Coleman yang berisikan “Selamat malam. Pertandingan yang akan anda saksikan adalah pertandingan sepak bola paling bodoh, paling mengerikan, menjijikkan dan pertujukan sepak bola yang memalukan mungkin di sepanjang sejarang sepak bola“.

Prestasi buruk tim nasional Gli Azzurri masih berlanjut saat Piala Dunia 1966 di Inggris, dimana saat itu timnas Gli Azzurri mengalami kekalahan atas timnas Korea Utara. Setelah itu, tim nasional Italia melanjutkan turnamen ke sepakbola Piala Eropa 1968, dimana tim nasional Italia berhasil menjadi juaranya dengan mengalahkan timnas Yugoslavia. Kemudian timnas Italia melakoni Piala Dunia 1970 di Meksiko, saat itu tim nasional Italia berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 4-3. Di partai Final, tim nasional Italia berhadapan dengan tim nasional Brazil dan  partai tersebut dimenangkan oleh tim nasional Brazil.

Pada Piala Dunia 1982 tim nasional Italia berhasil meraih gelar juara Piala Dunia yang ketiga setelah di final mengalahkan tim nasional Jerman Barat dengan skor 3-1. Pada saat itu juga Italia menyamai rekor Brazil dengan raihan gelar juara Piala Dunia sebanyak 3 kali. Namun nasib Italia sungguh ironis pada ajang Piala Eropa 1984, dimana tim nasional Italia gagal lolos, padahal komposisi pemain tim nasional saat itu sama seperti komposisi pemain tim nasional saat menjadi juara Piala Dunia 1982.

Tim Gli Azzurri melanjutkan perjuangannya di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Saat itu tim Gil Azzurri diperkuat pemain bintang, Roberto Baggio. Tim Gli Azzuri berhasil mencapai partai puncak dan akan menghadapi tim Samba, Brazil. Pada saat adu penalti duo bintang Gli Azzurri, Roberto Baggio dan Franco Baresi gagal mengeksekusi penalti sehingga langkah tim Gil Azzurri terhenti untuk menjadi juara Piala Dunia.

Pada Piala Eropa 1996 di Inggris dan Piala Dunia 1998 di Prancis, tim nasional Italia gagal total. Pada Piala Eropa 2000, partai Final antara Prancis vs Italia kembali terjadi. Pada partai tersebut, tim nasional Italia sempat unggul 1-0, tetapi saat memasuki injury time, tim nasional Prancis berhasil menyamakan kedudukan sehingga memaksa pertandingan diperpanjang. Dibabak perpanjangan waktu, tim nasional Prancis berhasil mencetak gol yang diciptakan oleh David Trezeguet dan gol tersebut mengantarkan tim nasipnal Prancis menjadi juara Piala Eropa 2000.

Pada Piala Dunia 2002, tim nasional Italia gagal melaju ke partai Final setelah dikalahkan oleh tim tuan rumah Korea Selatan. Sedangkan pada Piala Eropa 2004, tim nasional Italia kembali mengalami kegagalan total. Pada Piala Dunia 2006, tim nasional Italia berhasil melaju ke babak Final menghadapi timnas Prancis. Saat itu terjadi tragedi yang melibatkan Matteo Materazzi (Italia) dan Zinedine Zidane (Prancis), dimana Zidane menanduk Materazzi sehingga Zidane mendapat kartu merah dan dikeluarkan dari lapangan.

Pada Piala Dunia 2006, akhirnya tim Gli Azzurri berhasil mengalahkan tim ayam jantan melalui adu penalti. Gelar juara Piala Dunia 2006 membawa tim Gli Azzurri berhasil mengoleksi tropi Piala Dunia sebanyak 4 kali. Pada Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2014 tim nasional Italia kembali mengalami kegagalan total.

Memang sangat disayangkan Tim Nasional Italia tidak lolos pada kualifikasi play-off melawan Tim Nasional Swedia untuk masuk Piala Dunia 2018 yang akan diadakan di Negara Rusia bulan Juni nanti. Negara Italia untuk pertama kalinya tidak lolos ke Piala Dunia sejak tahun 1960, namun jika kita ambil dari sejarah sepak bola dunia, Negara Italia banyak segudang prestasi yang mereka catatkan di dunia pesepak bolaan.

Berikut akan kita kupas tuntas seluruh prestasi tim nasional sepak bola italia diajang Internasional.

  1. Juara Piala Dunia tahun 1934
  2. Juara Piala Dunia tahun 1938
  3. Juara Piala Euro tahun 1968
  4. Runner Up Piala Dunia tahun 1970
  5. Peringkat ke-4 Piala Dunia tahun 1978
  6. Peringkat ke-4 Piala Euro tahun 1980
  7. Juara Piala Dunia tahun 1982
  8. Semifinal Piala Euro tahun 1988
  9. Peringkat ke-3 Piala Dunia tahun 1990
  10. Runner Up Piala Euro tahun 2000
  11. Juara Piala Dunia tahun 2006
  12. Runner Up Piala Euro tahun 2012
  13. Peringkat ke-3 Piala Konfederasi tahun 2013
Logo Federazione Italiana Giuoco Calcio

Logo Federazione Italiana Giuoco Calcio

Demikianlah artikel asal-usul sejarah sepak bola di Italia, semoga artiel sejarah sepak bola ini dapat menambah pengetahuan para pecinta bola di tanah air.

Terima Kasih dan Salam JASAPREDIKSI.