Indonesia Menempati Posisi Terendah FIFA

TERENDAH DI RANGKING FIFA JELANG PIALA AFC 2018

JasaPrediksi- Putaran pemilihan Grup Piala AFC U-19 telah dilaksanakan pada Jumat (18/05) di Jakarta lalu. Sebagai tuan rumah, Indonesia sendiri menempati pot pertama bersama dengan 3 tim elite dari Asia seperti Arab Saudi, Jepang dan Vietnam.

Berdasarkan dari drawing yang sudah selesai, Indonesia harus berkerja lebih keras dalam fase grup kali ini. Indonesia akan menghadapi tim- tim besar dari Asia seperti Uni Emirates Arab, Taiwan dan Qatar. Melihat rangking FIFA dari masing-masing negara di Grup A Piala AFC U-19 2018, Timnas Indonesia sendiri berada di tempat terakhir.

Uni Emirates Arab berada di rangking 81 FIFA dengan raihan 405 poin disusul oleh Qatar yang berada di posisi 101 FIFA demgam 339 poin dan Taiwan sendiri berada pada rangking 121 dengan raihan 263 poin. Indonesia berada pada peringkat terakhir dalam fase Group A dengan menempati peringkat 164 FIFA.

Indonesia yang baru-baru ini mengalami pengurangan poin beberapa waktu lalu dikarenakan insiden oleh PSSI yang tidak bertindak tegas kepada klub-klub yang tidak mampu menyelesaikan sengketa dengan pemain. PSSI mendapatkan sanksi sebagaimana telah ditetapkan dalam beberapa keputusan oleh Komite Disiplin FIFA yang telah melanggar Pasal 64 dari Kode Disiplin FIFA (kegagalan untuk menghormati keputusan yang disahkan oleh FIFA Dispute Resolution Chamber).liga168

Tidak hanya PSSI, bahkan PSIM Yogyakarta juga ikut menerima sanksi dari FIFA dengan pemotongan Sembilan poin terkait kelalaian klub tersebut beberapa waktu lalu. FIFA yang memberi potongan poin terhadap PSIM berdasarkan dari keputusan dalam Komite Displin, surat bernomor 1624/UDN/821/IV-2018 itu menjelaskan bahwa FIFA menyampaikan instruksi kepada PSSI untuk melakukan pemotongan 9 poin kepada PSIM Yogyakarta.

PSIM memiliki persoalan yang serius dengan menunggak gaji terhadap 3 pemain mereka yaitu Kristian Ademund, Emile Emanuel Anthony Linkers dan Lorezo Yoffrey Rimkus. Pemain- pemain yang sempat membela tim Mataram pada Divisi Utama 2011-2012.

Meski banyaknya sanksi, Timnas Indonesia tetap akan berjuang untuk mejadi suara di pertandingan kali ini, tidak menutup kemungkinan bahwa timnas Indonesia mampu menumbangkan ketiga unggulan yang berada pada Grup A. Anak asuhan Indra Sjafri yang akan diuntungan dengan posisi sebagai tuan rumah menjadi suatu penyemangat dari masyarakat Indonesia.

Maradona Asia Asal Indonesia Tutup Usia

Maradona Asia Asal Indonesia Tutup Usia

 

JasaPrediksi- Sepak bola Tanah Air kini berduka kembali, Zulkarnain Lubis yang dijuluki sebagai Sang Maradona Asia ini adalah salah satu pesepakbola legendaris dari Timnas Indonesia. Zulkarnain Lubis wafat di Palembang pada hari Jumat (11/05/2018) karena penyakit serangan jantung.

Zulkarnain telah menghembuskan nafas terakhir di RS Pertamina Pali, Sumatera Selatan. Berdasarkan dari keterangan sang istri,jenazah Zulkarnain Lubis akan dibawa ke kampung halamannya di Binjai.

“Bapak akan dimakamkan bersama kedua orang tuanya,” ungkap Papat Yunisal,istri Zulkarnain Lubis.

Saat masih aktif bermain, Pria kelahiran Binjai, 21 Desember 1958 itu menjadi salah satu anggota skuat Tim Merah-Putih Pra Piala Dunia tahun 1986. Timnas besutan almarhum Sinyo Aliandoe ini hampir saja lolos ke putaran final di Meksiko kala itu, jika tidak kalah dari Korea Selatan di fase terakhir kualifikasi untuk zona Asia.

Berperan sebagai seorang gelandang penyerang, Zulkarnain Lubis sempat dijuluki Maradona dari Asia. Julukan tersebut muncul disaat ia membela tim Krama Yudha Tiga Berlian yang meraih posisi ke-3 di Liga Champions Asia tahun 1985-1986.

Tim Indonesia disaat Asian Games 1986 diperkuat oleh bintang-bintang beken, diantara lainnya seperti:

  1. Patar Tambunan,
  2. Nasrul Koto,
  3. Rully Nere,
  4. Azhary Rangkuti,
  5. Ricky Yakobi,
  6. Ribut Waidi,
  7. Ponirin Meka,
  8. Jaya Hartono,
  9. Robby Darwis,
  10. Herry Kiswanto,
  11. Marzuki Nyak Mad,
  12. Sutrisno,
  13. Budi Wahyono.

Seperti kata pepatah bahwa tiada manusia yang sempurna, Zulkarnain Lubis juga mempunyai sisi kelam kala itu. Dikenal sebagai sosok yang indispliner dan kontroversial dikarenakan sering terlibat konflik, terutama disaat pemain lawan bermain kasar.Liga168

Beberapa tahun lalu Zulkarnain pernah kembali ke dunia yang dicintainya. Ia aktif untuk melatih pesepakbola wanita. Aktif dalam membesarkan SSB Queen milik istrinya. ia juga sempat dipilih menjadi pelatih Tim Sepak Bola Putri Jawa Barat pada periode 2013 kala itu.

Zulkarnain terakhir kali tercatat sebagai pelatih Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kepergian Zulkarnain Lubis sudah pasti menjadi sebuah kehilangan besar bagi sepak bola tanah air, mengingat sudah tidak banyak  lagi legenda yang memilih untuk turun gunung membina sepak bola usia muda yang tak terkenal. Selamat jalan Bung Zul! namamu akan selalu kami kenang.

Mengagumkan,Indonesia Bakal ikut Piala Dunia Anak Jalanan 2018 di Rusia

 

Jasaprediksi.com – Tim Garuda kali ini akan membawa suatu hal baru, dengan sebutan Tim Garuda Baru yang beranggotakan dari 9 anak jalanan akan berlaga pada ajang internasional Street Child World Cup (SCWC) 2018 di Moscow,Russia pada tanggal 10-18 Mei.

Tim Garuda Baru yang beranggotakan anak anak bertalenta unggulan ini memilki latar belakang  yang pernah terkoneksi dengan kehidupan di jalanan.Garuda Baru adalah sebuah inisiatif untuk membantu anak keluar dari kehidupan jalanan melalui media sepakbola. Program ini digagas oleh tiga lembaga sosial, yakni Kampus Diakoneia Modern (KDM), Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN) dan Yayasan Sahabat Anak (YSA). Tujuan utama dari ketiga yayasan tersebut adalah membawa perubahan sosial didalam masyarakat, khususnya bagi anak-anak jalanan.

Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut sendiri berharap lewat SCWC ini anak jalanan tidak hanya bisa menyalurkan kegemaran mereka dalam bermain sepak bola, melainkan juga memiliki pengalaman-pengalaman baru serta berkesempatan mewujudkan cita-cita.Bersama dengan 24 Tim Nasional dari 21 negara di seluruh penjuru dunia,Tim Garuda Baru bakal berkompetisi sekaligus menyuarakan satu pesan mengenai hak anak, hak yang selayaknya dimiliki oleh  anak-anak yang selama ini berada di jalanan.

Tim Garuda Baru yang sebelumnya telah menjalani tiga tahapan seleksi serta serangkaian pelatihan selama 8 bulan. Untuk mengoptimalkan persiapan, masa karantina juga telah dilakukan sebelum keberangkatan Tim Garuda Baru pada 30 April – 6 Mei 2018 di PUSDIKLAT SAG,Megamendung,Bogor.

“Kegiatan ini sangat positif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mendukung penuh keberangkatan Garuda Baru ke SCWC. Garuda Baru bukan hanya menjadi wadah anak jalanan untuk berkreasi tapi juga menyalurkan bakat mereka hingga ke Rusia. Ini sangat membanggakan. Selain itu, melalui Garuda baru juga mereka mendapat pendidikan yang baik, bisa mandiri dan punya karakter (akhlaknya),” uangkap Anies.

Tim Garuda Baru akan tiba di Rusia, Kamis (10/5) besok, lalu mengikuti acara pengundian grup dihari berikutnya. Beberapa Negara yang juga ambil bagian dalam SCWC 2018 antara lain, Belarus, Bolivia, Brasil, Burundi, Kanada, Mesir, Inggris, India, Indonesia, Kenya, Liberia, Mauritius, Mexico, Nepal, Uzbekistan, Russia, Pakistan, Filipina, Tanzania, Tajikistan, dan Amerika Serikat.

Berbicara mengenai peluang juara di SCWC 2018, Pelatih Garuda Baru yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta, Wahyu Kurniawan mengaku sangat yakin bahwa tim asuhannya akan menunjukan seluruh kemampuan terbaiknya. Dikarenakan progres latihan yang selama ini dilakukan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan dan semua pemain dari Garuda Baru sudah memilik materi sepak bola yang cakap.Liga168

Berikut sembilan pemain yang tergabung dalam Tim Garuda Baru:
1 Malikal Febry Pratama
2. Ryan Febriayansah
3. Andre Widianto
4. Sugeng Reja Pamungkas
5. Bayu Pamungkas
6. Somad
7. Aditiya Rahman
8. Krisna Sugina
9 Ardi Nata. (Asp)

“Dari sembilan anak yang akan bertanding di Rusia, 5 di antaranya telah dibina lebih dari 3 tahun oleh Garuda Baru. Sedangkan 4 orang anak lainnya juga sudah menjalani pelatihan penuh selama lebih dari setahun. Daya tahan tubuh masing-masing pemain semakin baik setiap harinya, ini dilihat dari hasil uji Beep Test yang kami lakukan secara berkala,” ungkap Wahyu.

Selain berlaga pada pertandingan sepak bola, Garuda Baru juga akan unjuk gigi dengan menampilkan pertunjukan kesenian berupa tarian daerah dari Indonesia. Mereka akan membawakan tari betawi dari DKI Jakarta,dan tari mambri asal Papua dan tari piring dari Sumatera Barat.

 

APAKAH INDONESIA DAPAT MERAIH JUARA PIALA AFF 2018?

Piala AFF

Piala AFF

Jasaprediksi.com – Seperti kita ketahui bersama, hingga saat ini PSSI masih belum menunjuk siapakah pelatih untuk Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF yang bakal digelar pada 8 November hingga 15 Desember 2018 ini. Ada kabar bahwa PSSI akan memperpanjang kontrak Luis Milla jika hasil di Asian Games 2018 dapat memuaskan.

Kekecewaan dirasakan oleh Luis Milla dikarenakan oleh performa striker saat ini. Tim Garuda memang bisa dibilang sangat mengecewakan pada ajang PSSI Anniversary Cup 2018. Mereka sama sekali tidak mencetak gol dalam tiga pertandingan yang dilaksanakan. Efeknya jelas hasilnya tanpa title kemenangan.

“Kami memang punya masalah dalam hal mencetak gol. Yang akan kami lakukan adalah memperbaikinya”ungkap Luis Milla setelah laga melawan Uzbekistan.

Padahal, Merah Putih diperkuat oleh dua striker senior yakni Ilija Spasojevic dan Lerby Eliandry. Namun, keduanya juga tidak mampu mencetak gol. Hal itu jelas membuat Luis Milla sangat tidak puas.

Setelah selesai berdiskusi dengan Luis Milla, Bima Sakti mengatakan bahwa rencananya skuat Merah Putih pada ajang Piala AFF akan dihuni pemain-pemain U-23 dari tim Asian Games. Nantinya, tim pelatih hanya harus mencari pemain-pemain senior untuk menjadi leader yang tepat.

Indonesia tergabung ke dalam Grup B bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan pemenang dari Brunei Darussalam akan melawan Timor Leste. Grup tersebut bisa dibilang cukup berat mengingat Thailand merupakan juara bertahan dalam ajang Piala AFF.

Luis Milla

Luis Milla

Raja Isa, seorang pelatih yang berasal dari Malaysia menilai Timnas Indonesia tetap memiliki peluang untuk meraih gelar juara pada ajang Piala AFF 2018. Dari mata mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura ini, secara teknik dan skill pemain Timnas Indonesia tidak kalah dengan langganan juara pada ajang ini seperti Thailand dan Singapura.

Raja Isa tetap menyarankan manajemen dan pelatih Timnas Indonesia melakukan pemantauan secara mendetail terkait perkembangan lawan. Raja Isa juga memberi pesan agar Timnas Indonesia memakai jasa dari psikolog untuk mengatur dan mengetahui kondisi psikologis dari para pemain yang akan menghadapi tekanan baik dari medi maupun pendukung Merah Putih yang sangat rindu akan trofi juara.

Terkait pernyataan dari pelatih Timnas ThailandMilovan Rajevac yang meremehkan Timnas Indonesia, Raja Isa mengatakan hal tersebut hanya sekedar perang urat syaraf untuk menjatuhkan mental pada pemain lawan. “Mereka memang lebih focus pada putaran final Piala Asia tahun depan.”pungkas Raja Isa.

”Pada Grup B Piala AFF 2018, justru Singapura yang patut diwaspadai” pungkas Raja Isa. Selain tercatat sebagai pemegang juara sebanyak empat kali, pada Piala AFF 2018, mereka berencana memakai jasa seorang legenda dari Arsenal yaitu Tony Adams untuk menggantikan peran dari V. Sundramoorthy sebagai pelatih kepala.

Sementara Filipina sendiri bagi Raja Isa bisa diatasi oleh Indonesia meski tengah dilanda euforia lolos ke putaran final Piala Asia 2019 dan peringkat FIFA mereka menjadi lebih baik.

”Timnas Indonesia tetap memiliki peluang, Peringkat dari FIFA bukanlah sebuah penentu juara. Yang terpenting adalah bagaimana membangun sebuah tim, merancang strategi saat bertanding nantinya” ungkap Raja Isa mengakhiri pembicaraannya.

Salam JP JasaPrediksi Jackpot

Timnas Indonesia ditahan imbang oleh Uzbekistan di Anniversary Cup

Tim Nasional Indonesia

Tim Nasional Indonesia

Jasaprediksi.comTimnas Indonesia U-23 harus puas dengan bermain imbang tanpa gol melawan Uzbekisatan di laga terakhir PSSI Anniversary Cup 2018 yang dilaksanakan di Stadion Pekansari,Cibinong pada Kamis (03/5/2018). Indonesia mengakhiri gelaran ini dengan tanpa kemenangan, alias tidak mencetak gol.

Dalam laga yang baru berjalan lima menit itu,Andritany yang harus dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans setelah mengalami benturan dengan pemain Uzbekistan. Para pemain Indonesia tampak tengah mengelilingi Andritany yang tengah ditangani oleh tim medis. Namun, pada akhirnya pelatih Tim Garuda Muda, Luis Milla, memutuskan untuk menarik keluar Andritany dan memasukkan Awan Setho Rahardjo.

Kiper Timnas Indonesia U-23 itu tampaknya mengalami luka yang sangat serius sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit. Cedera yang dialami Andritany berawal dari kesalahan yang dilakukan oleh barisan pertahanan Indonesia yang membuat pemain Uzbekistan dengan mudahnya mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Keberanian Andritany menyongsong bola yang datang pun harus dibayar dengan benturan dengan striker Uzbekistan, Sukhrob Nurulloev, pada menit ketiga.

Sebenarnya Indonesia dapat unggul setelah mendapatkan kesempatan penalti pada menit ke-35. Gofurov Husniddin dianggap telah menyentuh bola pada kotak terlarang. Sayang, Septian David Maulana telah gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Sepakannya berhasil diblok oleh Ergashev Umidion. Skor 0-0 menutup babak pertama.

Pada menit ke-58, Osvaldo Haay mendapatkan sebuah peluang emas. Namun, pemain Persebaya Surabaya itu gagal mengeksekusi umpan silang dari Febri Hariyadi di depan gawang. Bola yang jatuh tepat di depannya dan tidak terkawal juga tak mampu dikonversi oleh Osvaldo menjadi gol.

Selanjutnya pertandingan harus dihentikan pada menit ke-63 karena pemain kedua tim saling dorong di tengah lapangan dikarenkan insiden yang dipicu aksi Sanjar Kuvvatov dianggap sengaja ‘meletakkan’ ujung kakinya di kepala Awan Setho. Laga harus terhenti dua menit akibat dari insiden ini.

Sejumlah peluang yang diciptakan anak-anak asuh Luis Milla. Febri Hariyadi dan Lerby Eliandry sempat mendapatkan peluang cukup baik untuk mencetak gol ke gawang lawan. Namun, upaya tersebut masih tetap saja gagal membawa Tim Garuda Muda unggul.

Ancam pun datang dari tendangan bebas Mukhitdinov Sharov pada menit ke-70. Beruntung tendangannya tersebut melambung di atas mistar. Kesempatan yang sama juga diperoleh Islom Kenjabaev pada menit ke-78. Namun usahanya belum dapat membuahkan hasil.

Luis Milla memilih memasukkan Gavin Kwan Adsit dan Evan Dimas Darmono pada menit akhir babak kedua. Umpan terobosan dari Hargianto memberi kesempatan emas untuk Evan Dimas pada menit ke-88. Namun tendangannya lagi-lagi terbang di atas gawang. Peluit panjang berbunyi dan skor 0-0 menutup laga Indonesia vs Uzbekistan.

Seperti diketahui, dalam dua laga sebelumnya, Indonesia kalah 0-1 dari Bahrain. Kemudian pada laga kedua, ditahan imbang 0-0 oleh Korea Utara.
Pertandingan ini sendiri dimenangkan oleh Bahrain. Pada laga terakhir, Bahrain berhasil menang telak 4-1 atas Korea Utara. Mereka pun berhak meraih gelar dalam turnamen ini.

Indonesia 0-0 Uzbekistan

Susunan Pemain:
Uzbekistan: Ergashev Umidion; Alijonov Khojiakbar, Mukhitdinov Sharof, Narzullaev Doniyorjon, Alijanov Ilkhomjon, Gofurov Husniddin; Tukhtasinov Nurillo, Kenjabaev Islom, Nurulloev Sukhrob, Amonov Azizbek; Sidorov Andrey.
Pelatih: Ravshan Xaydarov

Indonesia: Andritany Ardhiyasa; Putu Gede Juni Antara, Bagas Adi Nugroho, Hansamu Yama Pranata; Muhammad Hargianto, Zulfiandi, Septian David Maulana; Febri Hariyadi, Lerby Eliandry, Osvaldo Haay.
Pelatih: Luis Milla

Salam JP JasaPrediksi Jackpot